Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sahabatku yang dimuliakan Allah ketika mendengar kisah Nabi Khidir Alaihissalam dan Nabi Musa Alaihissalam, sering terdengar klaim-klaim orang awam yang mengikuti tarekat, bahwa ada perkara-perkara yang keluar dari syariat kadangkala boleh titik ini dikarenakan kan orang tersebut sudah sampai pada tingkatan hakikat atau makrifat. Hujjah yang dikeluarkan adalah kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir Alaihissalam. Nabi Khidir membunuh dan lain-lain diperkenankan karena ia sudah makrifat, sedangkan Nabi Musa tidak sampai derajat tersebut. Ada juga beralasan itu adalah ilmu laduni.
Berarti kalau ada orang yang mengeklaim seperti halnya di atas klaim tersebut tidak dapat dibenarkan bahkan klaim yang sesat lagi menyesatkan.
Makna yang terkandung dalam kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir banyak sekali yang bisa kita petik diantaranya:
- Pentingnya mencari ilmu kepada ahlinya sekalipun ia sudah pada tingkatan yang lebih tinggi dari orang yang mengajarnya.
- Terbaginya ilmu menjadi dua macam: nomor satu ilmu muktasab yang bisa didapatkan dengan upaya pencarian(belajar). No 2 ilmu Laduni yang dianugerahkan oleh Allah ah kepada orang yang dikehendakinya.
- Sikap sabar terhadap gurunya ketika dalam pencarian ilmu, sebab kesabaran itu merupakan salah satu Kunci keberhasilan
Sedangkan ilmu yang dimiliki oleh Nabi Khidir adalah ilmu Laduni Apa itu itu ilmu laduni: ilmu Laduni adalah ilmu yang diberikan oleh Allah kepada seseorang tanpa melalui proses belajar atau perantara. Ilmu ini dianugerahkan kepada orang-orang yang mengamalkan ilmunya disertai dengan kebeningan hati dan melakukan riyadhoh dan mujahadah.
Semoga artikel di atas bermanfaat pada sahabat sekalian dan bisa menjadikan ilmu yang bermanfaat dari kami Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Comments